Senin, 21 April 2008

Setelah-21 April 2008

setelah kubaca sedikit puisi Sapardi Djoko Damono, yang isinya begini:

“AKU INGIN”
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada


timbul keinginanku untuk menirunya juga, maka beginilah versiku:

aku masih ingin mencintaimu dengan hati-hati saja
seperti menyeberang jalan sambil terlebih dahulu melihat kiri-kanan
sebab jalan raya dan pengemudi yang ugal-ugalan itu masih membuatku takut
dan memang sudah kubuang anganku untuk jadi pembalap, sebab mungkin kecepatan saja tidak bakal cukup untuk mengantarkanku kepadamu

aku masih ingin mencintaimu dengan ringan saja
seperti menyanyikan lagu-lagu yang mudah tanpa perlu pakai falsetto di nada-nada tinggi dan bernapas panjang-panjang, termasuk menghafal kata-katanya yang sulit itu
tetapi mungkin bukan salah garpu tala jika jiwa kita belum bisa berpadu dalam nada yang harmonis

sesekali aku berpikir
mungkin
hari pertama ketika aku menemukanmu adalah titik yang sama yang memicu kesadaranku bahwa aku akan kehilanganmu
tempat di mana aku memandangmu adalah awal dari perjalananku yang rutenya terlanjur menjauh
dan hari ketika aku melihatmu terakhir kalinya adalah hari yang sama saat kau tak menyadari aku ada di sana, di suatu tempat di sekitarmu, yang mungkin tak terlampau jauh untuk sekedar menyapamu, tapi juga tak terlalu dekat dan sesak untuk memulai pembicaraan, tetapi bahkan sekedar salam perpisahan pun tak ada

tapi memang benar, nostalgia semanis apapun hanyalah bagian dari masa lalu,
dan sepahit apapun kenangan, selayaknyalah senyuman dan tawa yang hadir saat mengingat itu semua

dan aku berjanji
akan menghargai mereka yang menyeberang jalan dengan hati-hati, termasuk pengemudi yang ngebut seenaknya, dan para pembalap di Formula Satu
aku juga akan menikmati lagu-lagu sederhana, dan menghargai para penciptanya yang berkarya dengan sepenuh hatinya, termasuk para sopran dan tenor yang bisa menyanyi melengking tinggi-tinggi

aku ingin mencintaimu dengan ringan dan hati-hati
supaya tidak ketabrak karena beban yang terlalu berat

Tidak ada komentar: