Selasa, 01 April 2008

MALAM-04 MARET 2008

MALAM-04 Maret 2008
Antara mereka yang berpelukan dengan malam dan aku yang terperosok di sini
Adalah jarak yang ditunjukkan lampu-lampu jalan yang temaram
Yang seakan menyapa tapi juga diam
Membuatku ingin bicara tentang keabadian
Padahal belum pernah aku dari sana
Bertemu orang yang pernah kesana juga belum

Kucoba petakan lekuk-lekuk malam, tapi baru sampai di ketiaknya yang basah berbau
Aku sudah terkejut dan melompat, karena itu aku sampai terperosok
Ternyata persoalan raba-meraba malam bukan urusan orang kurang umur
Sekian lecet jadi tanda peringatan bagiku

Baiklah…baik.
Kalau memang harus begitu
Aku akan menunggu umurku bertambah,
dan sampai saat itu tiba, aku akan bercinta secukupnya dengan senja, sekedar pemanasan
Mudah-mudahan sempat
Sebelum malam bertambah tua lalu membangkai dan menjadi bau

Akan kutanyakan juga, mengapa ia begitu mempesona
Dan dengan begitu saja membagi dirinya kepada orang-orang yang berlagak jadi kelelawar
Tapi, hebatnya, ditindih ramai-ramai oleh sekian banyak orang, ia tidak pernah kepayahan
Ah, aku terdiam dan sadar
Bukan malam yang akan membangkai dan menjadi bau
Tapi orang-orang seperti aku, yang merabanya dengan berdebar-debar, dengan nyali yang tanggung

Yang pasti, akan kujumpai malam, bagaimanapun caranya
Dan sudah kuputuskan, aku hanya akan ngobrol secukupnya saja,
sambil minum kopi dan merokok
Setidaknya, dengan begitu, aku bisa melupakan sejenak kematian yang bersembunyi di simpang jalan

Tidak ada komentar: