“Menunggu siapa?” tanyanya
“Tak menunggu siapa-siapa.” jawabku kemudian
Setelah dua jam
Ia diam saja
Esoknya, esoknya lagi, dan sekian besok lagi
Dia tanyakan hal yang sama
Dan jawabanku sama juga
Kelanjutannya juga sama
Ia tetap diam saja
Aku pun duduk dan meneruskan khayalanku
Suatu waktu ia bertanya
“Kapan kau pergi?”
aku tak siap menjawab, lebih karena terkejut pada manuver pertanyaannya
“Emangnya kenapa?” tanyaku balik, sambil otakku berputar keras menyusun kalimat yang jelas, ringkas , dan tepat sasaran
“Bosan menunggumu!” jawabnya singkat.,
Aku segera bangkit dan kabur
“Ya ampun, orang gila dari mana lagi ini?” pikirku
saat terbirit-birit menyelusup di sebuah gang becek dan sempit.
Selasa, 08 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar