“Kapan?” tanyamu
“waktu tidak kulipat di dompetku. Mana kutahu?” ingin kujawab demikian
tapi, aku sedang malas ngomong
maka kuberikan saja sepotong senyumku (yang mahal itu)
Ajaib, kau malah tidak bertanya lagi (dan ini sungguh di luar kebiasaanmu)
Jadinya aku yang penasaran, ingin balik bertanya
“apakah kau sesungguhnya benar-benar ingin bertanya padaku?”
tidak jadi, sebab kau keburu berlalu
tinggal parfummu samar menguar
Selasa, 08 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar