Selasa, 27 November 2007

RENUNGAN PERHENTIAN-11 September 2006

Hari ini, duabelas tahun lalu
Satu perjalanan terhenti atau mungkin baru dimulai
Kilasan masa yang bertiup menjauh
Cahaya mata memudar
Lalu tangan berhenti bergetar
Kilau terakhir yang tak sempat bercerita
Mengikuti perjalanan alam, bukan melulu bicara tentang abadi dan mati

Kurentang kesunyian dalam jalinan neuron,
Selalu ada yang terlupakan namun tidak hilang sepenuhnya
Sama seperti senja yang meredup dalam pelukan malam tertidur


Di bukit kapur tua
Bukan dalam sarkopag tinggalan nenek moyang
Nisan kayu penanda jalan pulang
Mercu penantian penggenap kesementaraan

Lalu bayang pagi sudah menjelang tanpa berbicara
Sertakan nyanyian jiwa mengembara

Tertabur mawar ini dalam kesendirian

Semua bercerita tentang samudra penantian

Kami merakit kapal
Mungkin nanti akan berguna
Tertambat di dermaga tepi danau

Aku bercerita tentang lelaki yang tidak terlalu tua
Yang diam dalam kedalaman sorot matanya
Penunggu perahu membawanya pergi
Di seberang dia menanti kami


Pulang
menuju rumah

Tidak ada komentar: