Hari ini, duabelas tahun lalu
Satu perjalanan terhenti atau mungkin baru dimulai
Kilasan masa yang bertiup menjauh
Cahaya mata memudar
Lalu tangan berhenti bergetar
Kilau terakhir yang tak sempat bercerita
Mengikuti perjalanan alam, bukan melulu bicara tentang abadi dan mati
Kurentang kesunyian dalam jalinan neuron,
Selalu ada yang terlupakan namun tidak hilang sepenuhnya
Sama seperti senja yang meredup dalam pelukan malam tertidur
Di bukit kapur tua
Bukan dalam sarkopag tinggalan nenek moyang
Nisan kayu penanda jalan pulang
Mercu penantian penggenap kesementaraan
Lalu bayang pagi sudah menjelang tanpa berbicara
Sertakan nyanyian jiwa mengembara
Tertabur mawar ini dalam kesendirian
Semua bercerita tentang samudra penantian
Kami merakit kapal
Mungkin nanti akan berguna
Tertambat di dermaga tepi danau
Aku bercerita tentang lelaki yang tidak terlalu tua
Yang diam dalam kedalaman sorot matanya
Penunggu perahu membawanya pergi
Di seberang dia menanti kami
Pulang
menuju rumah
Selasa, 27 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar