DI SINI-24 Oktober 2007
Di sini mawar remuk terinjak
Kebun ramai ilalang
Apa terjadi
Belum sehari aku genap pergi
Jadi asing
semua yang kutinggal dan kujumpa lagi
Mengapa?
Akankah dirimu kutemui
Dalam istana jerami
yang kita bangun bersama tempo hari
Segera kucabut tunas keraguan itu
Sebab kau bukan tawanan
Yang menunggu dalam menara
Pembebas yang ‘kan datang
Sebenarnya aku masih ingin mencoba mempertemukan
Sepiku dan sepimu
Kalau digabung
Akankah menjadi ramai?
Atau, tinggal menjadi sepimu dan sepiku
Begitu saja?
Kembali berjauhan dan enggan menyapa?
INGATLAH SAYANG-10 November 2007
Gerimis dan keraguan
bukan tak ingin berbagi sepenuh
cahaya tembusi celah atap
Ingatlah Sayang
Senyumku belum utuh padamu
ketika
aku cinta kau
kataku
Gerimis dan keraguan
bukan tak ingin berbagi
sepenuh cahaya tembusi celah atap
BEGINI SAJA-24 November 2007
sebab kamarku sudah penuh sesak oleh wajahmu
di mana lagi akan kusimpan kumpulan cintaku yang urung terkirim padamu
biar tidak pusing, ya sudah begini saja
aku masih punya akuarium kata-kata
walau sempit juga,
semoga itu cukup
(setidaknya untuk sementara waktu)
sampai kita bisa bicara kembali
MALAM INI, KUTEMANI KAU-24 November 2007
mungkin cahaya purnama di luar belum cukup bertenaga sirnakan kabut hatimu
maka kuajukan diri menemani lepas senja
tidak bisa lama-lama sebab setelahnya aku harus bekerja
kau tahu sendiri bukan, untuk melunasi mimpi tahun kemarin saja
aku masih harus lembur setiap malam
maafkanlah aku tak juga peka kapan perlu bicara dan diam
sebab percakapan dengan malam telah lama terputus entah di mana
sama seperti kesunyian juga sudah kutinggalkan termangu
sendirinya tuts-tuts piano berdebu hilang denting
kuselipkan doa pada jaring laba-laba di sudut ruang
semoga, saat ‘ku tak juga bisa menghapus derai air matamu
aku tak tambahkan deritamu
BETAPA INGIN-24 November 2007
Betapa ingin aku
mengulang sejenak masa lalu
dengarkan desir angin menyentuh pucuk-pucuk pinus
sambil menatap birunya danau di bawah sana
Betapa ingin aku
sesekali kembali kanak
ceria memandang dunia
lupakan segala cemas yang memberati langkah
Betapa ingin aku
berpegangan jemari denganmu
kalahkan dingin merambat hati
sebab sebentar senja jadi malam
Kutatap purnama malam ini
(entah, masih aadakah waktumu untuk ini semua?)
aku pun sadar
tidak setiap keinginan temukan bentuk
biarlah kenangan tinggal kenangan
maka kusudahi saja angan-anganku
dan kutulis sajak ini
sambil mengingat wajah dan senyummu yang masih belum juga pupus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar