Selasa, 27 November 2007

KEPADA KASIH-PERPISAHAN KITA, KINI

KEPADA KASIH-11 Oktober 2005

Dupa ini yang selalu ingin kuberi padamu, nyalakan
................................setiap ulangtahunku

Tentu bukan sesaji yang kuminta, hanya kenangan
semoga tidak kebanyakan
itupun mungkin terkikis gerimis besok lusa

kenanglah pada teman-teman kita
tentang sungai di kedua bola matamu
hanya saja belum terlihat muaranya

kuharap kau maklum, mengapa aku pergi
dan bukan penginapan yang kucari
.........................penampung sepi
walau lama lelah berlari
lumut merambati
jalan-jalan kulewati

ingin juga kusampaikan rute perjalananku
pada lembaran-lembaran tersusun padamu

mungkin kau tahu

masih sering ‘ku termangu di persimpangan
tersaruk langkah di lorong penuh debu
jalan setapak guguran daun
mungkin menjejak genangan air sehabis hujan
atau dalam hutan tak kau temukan dalam peta

Aku masih ingin mengerti
Perbatasan mana akan terbentang
...........................setelah semua di belakang
Melangkah dalam kabut, adakah cahaya terang di ujung jalan
Untuk menyimpan tetesan embun dari senyummu

Kulewati malam selimutku paling setia
Dan berjalan di bumi buka dua puluh empat jam
Terasa matahari beri energi rambatkan bayang dari jejakan
Sampai hujan kemudian
.....................Walau tak selalu puaskan setiap dahaga

Jiwa berkelana dari senja ke senja berikutnya
..............kapan ‘kan ‘henti
..........aku pun tak tahu seperti apa wajahmu sekarang





PERPISAHAN KITA, KINI-11 Oktober 2005

Melangkahi malam, kau seret jejakmu
buyarkan embun belum tuntas rapatkan barisan
semut-semut hikmat menyambut pergimu
bersihkan semua bekas tercecer
alunan musik tiupkan debu-debu ke seluruh ruang,
lalu mawar mulai tumbuh di meja, ranjang, dinding

Tiba-tiba semua mawar serentak berbunga violet kuning biru hitam merah putih lalu entah apa lagi

Saat waktu melambat
…………………….musik sudah lama diam
semua mawar mati mewangi kian tajam

Dan kuteruskan bacaanku ‘henti di tengah buku
kuputar musikku sendiri dan bernyanyi
tersadar kau tak tutup pintu kau lewati saat pergi
pagi sudah beku sebelum fajar.

Tidak ada komentar: