Prajurit diusir dari medan perang
Bukan karena menyerah ia
Kata itu belum sempat dihafalnya
Prajurit diusir dari medan perang
Sangkurnya licin mengilap
Amunisi rapi dalam kemasan
Prajurit diusir dari medan perang
Sebenarnya bukan pertempuran dicarinya
Tapi dia lahir di zaman senjata fasih bicara
Dan darah menetes jutaan karet disadap
Prajurit diusir dari medan perang
Bukan waktunya menggugat
Dia sadar
Maka dicarinya arena yang lain
Juga bukan karena dendam
Dia sadar
Lahir bukan di zaman yang salah
Bagiannya memang untuk hadir di zaman rusuh ini
Pernah dibacanya juga
“Ada kalanya orang berperang untuk menghentikan perang”
Prajurit diusir dari meda perang
Merah pipi-pipinya
Cambang halus di jangatnya
Tapi kini makin tajam pandangnya
Walau ia juga paham, bisa saja ini akan jadi pertempuran pertama dan terakhirnya
(namanya juga perang)
Sebaliknya, ia belum tahu tanah mana yang akan menggendong kepala bekunya ketika saat itu tiba
Dan ia pun tegap melangkah kini
Sambil bersiul-siul kecil
Mungkin untuk gadis lesung pipit mata bening suara jernih
Belum jelas, perempuan itu adiknya atau cinta pertamanya
Selasa, 27 November 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar