MENIRU JOKPIN:
Kentutku meraung-raung histeris di belantara malam
Astaga!!! Setiap aku kelaparan, mengapa bunyi-bunyian itu selalu hadir, mengalun?
Mengapa selalu ada saja proklamasi ke seluruh dunia?
Oh…malam yang sungguh rimba bin liar
Bisakah kita bersekongkol sejenak dalam permufakatan jahat yang mini saja?
Untuk menganggap nada-nada sumbang itu cikal bakal dari sebuah symphony indah, atau rhapsody yang megah?
Selasa, 21 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar