Kamis, 09 Oktober 2008

KISAH LELAKI TUA-MEI 2008

1. di depan meja penuh hidangan
lelaki tua itu
memakai gigi palsunya

2. mencoba mengingat kembali
bintang-bintang di langit, perahu, jala
ikan-ikan hiu, malam-malam panjang,
juga asin lautan yang masih terkecap di darahnya

3. lalu matador yang mendengus dan banteng-banteng kelelahan
bertarung di bawah matahari yang selalu terbit
juga sorak-sorai penonton pada petinju yang gemetar di atas ring

4. sayup terdengar dalam derai hujan
gelegak cinta dari masa muda
masih mungkinkah kembali hujan dan bergerak menghilir?

5. sekali ini, dia benar-benar ingin sendiri
menyatu dengan adonan malam yang sedang mendingin
untuk pamerkan hasilnya
yang beku tercetak besok pagi
mungkin

6. tapi, ia masih terganggu oleh noraknya kenangan
apakah ia menyesal
tak meninggalkannya dulu di padang perburuan yang kerontang
di antara singa-singa yang menguap
dan membiarkan alam mewarnainya sampai pudar

7. tiba-tiba ia teringat peperangan
ambulans dan prajurit berdarah, kota terbakar dan jembatan rusak
lalu ia teringat peluru

-Yogyakarta, Mei 2008

Tidak ada komentar: