Selasa, 21 Oktober 2008

Lagu Sebelum Hujan-01102008

Sudah ujung kemarau
Dan sore masih terlalu kering
Kelat merayapi pangkal lidah

Perlahan kukemas barang-barangku
Persiapan lanjut, mencari arti yang tersembunyi
antara serbuk malam terapung atap-atap rumah
antara lapis angin salutkan debu
pada dedaunan sepanjang jalan gersang
pada pucuk-pucuk rumput meranggas coklat

setelah ribuan pertemuan
aku ingin pergi
karena mimpi
tahu tak pasti

“aku datang untuk pamit hari ini
Perempuan…”
Tapi untuk kali terakhir
Sebelum benih-benih hujan tumbuh
Aku hendak bertanya
“bagaimana mengeja namamu?”

Tidak ada komentar: