Senin, 17 Maret 2008

TUNGGU SAJALAH- SEBAB2

TUNGGU SAJALAH-17 Maret 2008


Dalam mimpiku
Aku menjadi sisifus yang membangun bukit
dengan menggulingkan batu satu demi satu
dan tepat ketika batu itu hendak sampai di puncak bukit
ada saja yang membangunkanku
maka batu itu turun meluncur deras
tanpa penghalang ke tumpukan batu di bawah

Di ambang sadar
aku menjadi kumbakarna berteriak mengguntur saat diganggu ngoroknya
perang atau tidak, ini jam tidur siang
apalagi hanya membayar tagihan listrik, air, dan telepon
mengapa kalian bangunkan aku
tapi mereka tertawa saja hahahihi
sambil enak-enak memantau pergerakan saham hari ini

tak ada gunanya mengeluh
supaya bisa tidur lagi
aku harus kerjakan semua kewajiban itu
sampai di loket
maka aku berubah lagi jadi angka-angka dan rupiah
sebab mereka tak sudi memandang mukaku sedikitpun
tanpa nomor antrian dan uang

jahanam
tunggulah sampai semua ini selesai
aku akan tidur lama sekali
dalam mimpiku akan kubangun benteng pertahanan melebihi babel
dan mengalahkan dewa-dewa yang hanya bisa menyuruh dan menghukum itu
tapi saat bangun aku tidak akan bertempur untuk siapapun
untuk alengka pun tidak, apalagi rahwana
juga bukan untuk terbebas dari segala rekening sialan itu

aku akan masuk teknik sipil dan lulus summa-cumlaude
lalu membuat jalan dan jembatan sampai ke benteng
di mana hanya aku sendiri yang bisa menyeberang bolak-balik
lalu ongkang-ongkang kaki sambil menggulingkan batu-batu ke dunia
kalau capek, aku sudah bisa tidur-tiduran sepuasnya
nanti kalau bangun lagi, aku akan memeriksa
sampai di mana mereka bisa memahat batu-batu itu
menjadi angka-angka dan rupiah yang mereka butuhkan
untuk menyewa ruang-ruang sempit di benteng-benteng kecil
jauh di bawah bentengku
yah..., setidaknya mereka bisa bermimpi menikmati tidur nyenyak sepertiku



10 MARET 2008
Sebab Tuhan
…………….segala

sebab cinta
…………..semesta

sebab kata
………….samudra

dan aku
pengembara yang merangkak di antara lipatan angan dan ceruk peristiwa
mereguk sedikit kata tapi sudah kekenyangan
menjelajah selorong cinta tapi sudah pegal kepayahan
bicara Tuhan…tergagap-gagap menelusur huruf demi huruf
dan kembali belajar membaca

Tidak ada komentar: