Kamis, 06 September 2007

KUCARI-PERTANYAAN-BUKIT PAGI HARI

KUCARI -08 Desember 2003
Pada bulan membisu
Kucari sebentuk rupa
anak manusia
Resapi lirih bernyanyi bintang
Ada
Samar
Tiada
Berlari
Jauhi riuh alam
Teriak tanpa lelah
Sampai haus

Awal di pantai, segara jiwa tak berujung
Pertemuan dalam batas
Semu
Hilang
Apa
Belahan teretas

Hawa

Tulikan gemuruh
Sambut angin berbisik
Dimana

Hampa

Kemana
Secercah sinar mendamba pada mawar tadi pagi




PERTANYAAN-24 Januari 2004
Adakah lautan tak bertepi bagi pelaut tanpa kapal
Adakah bumi tak berdasar bagi daun tanpa pohon
Adakah rumah tak beratap bagi jiwa yang kesepian
Terlihatkah bintang di langit oleh nurani beku
Dinginkah penjara waktu bagi hati sepi, yang ingin berteriak- meratap
Akankah detikan jam dapat bicara, wakili mulut-mulut bisu hampa nyanyian

Dimanakah kau
………………Kekasihku




Bukit Pagi Hari-14 Oktober 2004
Dan kabut belum lagi beranjak pergi
Ketika langkah demi langkah kutapaki jalan itu
Tetes embun bersihkan daun, perlahan
Dan burung-burung pun semarak menyapa pagi
Kujejakkan kaki di ujung pendakian
Bersama hembusan angin penat itu hilang
Dan aku pun berdiam diri

Bersama dengan tarikan napas panjang, perlahan
Menggeser gelap di langit
Cahaya itu bergerak
Hiasi bukit di ufuk timur
Hangatkan kulit, hiasi hari baru

Di puncak bukit itu aku berdiri
Hari-hari terakhir menjelang penentuan
Lompatan besar untuk berjuang

Tapi, belum rela aku berpisah dengan alam ini
Dengan semua kenangan yang hadir di dalamnya
Keteduhan yang hilangkan kabut dalam jiwa
Sayang sekali, aku harus pergi
Sebab bersama dengan langkah kaki yang beranjak turuni bukit
Aku akan bergerak
Ke dalam kehidupan baru

Tidak ada komentar: