DIA BERTANYA-24 Mei 2007
Maka terbakarlah senja
........percik kemarahan nyala-nyala
Ditentangnya langit dengan pandang
....................luapkan dendam
"Di manakah keadilan?"
Getir gema di lembah
...........dijamah kesiur angin
dua gembala telanjang dada ternganga saksikan semua
Sejenak. lalu menyusur jalan pulang. Kerbau
sudah jauh di bawah
INGKAR-27 Oktober 2005
Pernah purnama janji padaku
Menemani di malam
Tapi dia malah asyik nonton orang main kartu di gardu jaga
Lalu terbirit-birit lari lewat kisi angin
lupa mencuci gelas kopinya saat pagi datang
KALAU-28 0ktober 2005
Kuresapi
musik bertalu-talu
Dalam ritme perjalanan masa
Perbatasan samar digerus air
Pada langkah pertama
Menjelajah hutan lumut tebal
Memecah batu jadi rahim tegakan
Bukan bunyi biasa
Mengalun desir dedaunan ditingkah angin
Bangkit dari kesunyianku
Marilah kita bernyanyi
Aku lebih suka lirih suaramu
Sampai kusadar binar tatapanmu
Bius kesadaranku
Bernyanyilah
Sirami jiwa yang gersang
Maka hiduplah rumput tumbuh segar
Bernyanyilah
Bawa aku
Lalu kita akan bernyanyi
Dalam tidur di tepi malam
Atau saat kita berlari mengejar purnama
Harapku
Kalau jumpa lagi
Kita bermain di bawah hujan
Kecipak air dan baju basah
Aku mau
Maukah kau?
Sabtu, 08 September 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar