Di luar masih saja gerimis itu
Seperti sayup ketukan di pintu jati
Yang tak segera dibuka
(entah siapa di dalam)
Aku masih saja mendengar suaramu
Seperti sekian tahun lalu
Saat kita pertama bertemu
(sungguhpun katamu selalu
“Aku tak pandai merangkai kata-kata”.)
Hujan yang tanggung dan desir suaramu
Masih saja jadi pembuka pagiku
Lepas subuh tadi
(dan aku masih saja begini)
Senin, 04 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar