Beberapa orang kutemui menjangkar di simpang kota
untuk bertahan hidup orang harus makan, untuk bisa makan orang harus bekerja, untuk mendapatkan pekerjaan orang harus antre, begitu kata mereka berulang-ulang...
berulang-ulang, seperti mantra penuntas kemarau
berisik, melebihi camar laut berebut ikan kecil
saat itu masih siang, kota kian megap saja ditenggelamkan matahari
di tempat yang dulunya berdiri mercu suar, menancap gedung-gedung
angkuh melebihi tiang-tiang kapal di tengah samudra
bukan akibat dibantai gelombang, tapi selalu saja aku tak sabar
tuk segera merapat di dermaga,
tambatkan tali dan memeluk daratan
lalu berjalan menelisik simpang
melihat debur laut di wajah orang-orang
tapi entah mengapa, kalau sudah begini, aku selalu ingin muntah
untuk kesekian kalinya aku tak juga bisa menjawab, apa yang kucari di sini...
bukankah sebagai pelaut, pelabuhan hanya persinggahan?
atau memang sudah saatnya aku karam?
Selasa, 15 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar